Kalender
Arsip
- Oktober 2008 (4)
- September 2008 (12)
Announce
Syndication
- RSS 2.0 :
posting-posting
Komentar
Siapa yang Online?
Pengunjung: 1
Last Comment
Posts sent in: November 2008
Bertepatan pada hari pahlawan, STIKOM Banyuwangi melaksanakan Ujian Tengah Semester yang biasanya disingkat UTS. Semua mahasiswa akan mengiikuti UTS selama seminggu. Untuk jadwal bisa dilihat di mading kampus dan waktu pelaksanaannya dimulai jam 4 sore bukan 16.30. Para HUKUM RIMBA sudah siap untuk melangkah didalam UTS tersebut. Walaupun kurang belajar tetapi kami berdoa semoga diberi kemudahan dalam mengerjakan soal - soal UTS.Buat temen2 yang belum mengerti atau untuk informasi lebih lanjut, diharapkan, menghubungi BEM...!
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia
berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah
pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika
gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15
September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris
didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan
tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang
ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi,
selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia
kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya.NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.
Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di
Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut
berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris
dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat.
Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya,
memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh)
mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan
rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan
orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya
di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan
di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia
waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.
Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk
masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar.
Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad
bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan
Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang
memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan
besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000
serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.
Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara
membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi
korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka.
Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota,
dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya
bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan
persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal
perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang
terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH.
Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya
mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu
masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih
patuh dan taat kepada para kiyai) juga ada pelopor muda seperti bung
tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama,
berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya.
Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak
terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini
memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan
pihak Inggris.
Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan
perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan
mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat
yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari
Pahlawan.
1, 2 Halaman berikut






CARTIER BALLON BLEU MENS ...
07.03.10 @ 10:06:35
oleh swiss watches
replica watches, rolex watches, ...
03.03.10 @ 15:19:49
oleh rolex
replica watches,rolex watches,breitling ...
03.03.10 @ 15:16:44
oleh rolex
TAG Heuer Men Carrera ...
05.02.10 @ 20:15:21
oleh tag heuer
breitling watches and tag ...
26.01.10 @ 14:15:08
oleh rolex
replica watches or omega ...
26.01.10 @ 14:12:37
oleh rolex
breitling watches and tag ...
26.01.10 @ 14:10:16
oleh rolex
Even though rolex it is ...
23.12.09 @ 09:30:03
oleh rolex
Waduh.........Lo ngomongin sepak bola??????.....jelase kalah ma ...
27.06.09 @ 23:29:30
oleh Ayu Sebastian
Btw kpn nie pertndinganNya??? klo Ngmongin spk ...
13.01.09 @ 12:51:16
oleh Prett